Hai, mungkin aku sangat tidak familier di situs ini karena aku memang anggota baru. Kenalin, nama aku Aluna Soenarto. Dan kebetulan aku adalah seorang penulis buku personal literature. Judulnya Cinta Itu... Dapat Seupil, Berkorban Segajah. Kalo penasaran, segera pergi ke toko buku dan beli bukuku.
Hari ini, entah kenapa aku kepengen banget posting di halaman web-ku yang baru ini. Biasanya aku memang selalu posting di personal webku sendiri di
Kantung Ajaibku tapi hari ini ada pengecualian karena aku tiba-tiba saja ingin posting di sini dan karena ini ada kaitannya dengan Twilight. Hehehe...so, enjoyed...
Ada beberapa hal yang akan berubah bagiku dan bagi kalian mulai saat ini, dan itu bukan karena friendster bisa di-hacker oleh orang yang tak bertanggung jawab dan mengakibatkan lumpuhnya situs itu dalam beberapa hari kemarin (terus terang, aku kagum sama orang yang bisa membobol situs serumit friendster, dia benar-benar hacker jenius).
Pertama, aku jelas-jelas akan berhenti menggunakan loe-gue sebagai kata ganti orang pertama dan kedua. Ini lebih kepada kritik-kritik yang banyak mengalir melalui email yang berdengung tiada habisnya, begitu juga dengan ocehan “seseorang” yang selalu mengejekku dengan berkata:
Loe-Loe, Gue-Gue, muka loe kayak pantat gue, setelah dia membaca postingan blog aku. Well, aku sungguh tidak tahan menghadapi semua ini dan karena kenyataan memang memposisikan aku untuk menggunakan kata dari bahasa “ibu”-ku lebih mudah daripada harus bersikap “sok” metropolitan. Aku jelas-jelas bukan orang metropolitan. Aku orang Surabaya sejati dan aku tidak pernah mengeluh karenanya.
Kedua, aku sedang naksir berat pada seseorang. Yeah, kalau bisa dibilang dia seseorang atau “sesuatu”. Dan rasanya, berat sekali untuk tidak jatuh cinta padanya bagi semua cewek yang pernah melihatnya. You know, dia adalah seorang cowok yang sangat sempurna, walaupun dia memang tidak sempurna. Alasan pertama, jelas karena dia sangat tampan. Tampan dalam arti sempurna, tanpa cacat, tak tercela. Dia adalah keindahan. Dia memiliki penampilan fisik yang tak tercela. Wajahnya begitu klasik, matanya topaz dan ada semburat keemasan pada pupilnya, dia miliki rambut yang indah dengan warna tembaga, dan jelas…dia sangat mempesona dan harum.
Tapi, tak sekonyong-konyong aku jatuh cinta karena penampilan luarnya. TIDAK! Jelas-jelas aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama (Ini tentang Ricky, dan bagi kalian yang tidak tahu mengenai dia, cepat-cepat beli bukuku). Aku jatuh cinta padanya karena dia memiliki jiwa yang begitu sempurna. Oh, aku tidak suka mengatakannya tapi dia memang dia tidak ber-“jiwa” dalam arti nyata. Dia selalu menepati janjinya dan aku sangat kaget karena mendapati kenyataan bahwa semua cowok yang kukenal kebanyakan pernah mengingkari janjinya, tapi tidak dengan dia, dan kalian bisa memegang kata-kataku. Dan yang paling penting, dia selalu bersikap seperti “tameng” untuk sesuatu yang dicintainya. Dia begitu melindungi dan mencintai. Dan aku jelas-jelas tidak bisa menahan rasa iri ketika dia memilih Bella untuk menjadi belahan jiwanya, bukan aku. Ya, aku telah jatuh cinta kepada Edward.
Lebih penting lagi, ini bukan tentang sebesar apa rasa cemburuku ketika melihatnya begitu mencintai Bella, namun ini lebih ke siapa sebenarnya dia. Edward memang sangat sempurna, dia memang sangat rupawan, menawan, atau apapun untuk mendeskripsikan dirinya yang indah. Tapi ada satu rahasia besar dibalik tubuhnya yang kaku, pucat dan nyaris selalu sedingin es. Karena sudah hampir 90 tahun jantungnya tak lagi berdetak. Ya, Edward adalah seorang VAMPIR!
Mulai ngeri dengan perubahan sifatku yang sudah tidak seceria dan selucu dahulu?
Well, sebenarnya aku sendiri juga bingung dengan perubahan sikapku. Namun Eben selalu menyebutnya dengan siklus perempuan. Dimana kadang-kadang aku bisa menjadi sangat cerewet melibihi burung kutilang yang baru dikasih makan, atau aku bisa jadi sangat tertutup dan mengunci diri dalam kamar sampai lupa waktu makan karena keasyikan dengan duniaku.
Aku berpikir, mungkin ini terjadi karena tekanan psikologis yang sedang menekanku begitu kuat. Aku selalu stress memikirkan kabar skripsiku yang tak kunjung mengalami perubahan berarti. Aku takut melihat sahabat-sahabatku dibantai diruang sidang skripsi dan keluar dan tampang nyaris seperti mayat hidup, bahkan Edward pun terlihat lebih manusiawi daripada mereka. Dan aku melampiaskan semuanya kedalam bacaan-bacaan yang bisa membuat Echy ngeri karena aku bisa menamatkan 600 halaman Twilight hanya dalam waktu delapan jam saja!
Ketika aku berpikir tentang kesempurnaan Edward dan kekuatan cintanya yang begitu besar, aku teringat pada Raditya. Secara sifat mereka berdua sama-sama tidak berbeda jauh. Sama-sama tampan, nyaris sempurna, sangat mencintai kekasihnya, dan sangat misterius. Well, jangan salah mengira dan berpikir aneh-aneh tentang siapa Raditya itu. Karena bagiku dia memang bukan apa-apa. Namun bagi Aluna, dia adalah siapa-siapa.
Seharusnya aku tidak berkata secerewet ini, tapi sudah terlanjur, daripada banyak yang mengira-ngira dan berspekulasi sendiri, aku akan membuka kartuku.
Raditya adalah salah satu karakter yang akan muncul dalam buku keduaku yang berjudul Bilovelia (baca:bilovlia) dan Aluna yang aku sebutkan tadi bukanlah aku. Namun dia adalah tokoh sentral dalam buku keduaku. Kenapa aku memilih nama yang sama dengan namaku untuk sebuah karakter fiksi? Alasannya, aku sangat menyukai nama Aluna. Dan taukah kalian bahwa di dalam nama Aluna ternyata tersembunyi hal-hal yang paling tidak masuk akal yang pernah aku dengar.
Bilovelia memang terlahir dari sebuah mimpi, dan aku melihatnya ketika aku sedang tidur. Namun aku akan menjadikannya sebuah imajinasi umum hingga semua manusia bisa melihatnya ke dalam pikiran mereka.
Alasan ketiga tentang perubahan itu adalah, buku pertamaku yaitu Cinta Itu… Dapat Seupil, Berkorban Segajah ternyata memiliki dampak lebih besar dari yang kukira pada pembacanya. Mereka sangat emosional ketika mengirimkan pesannya lewat emailku. Bahkan ada yang sampai menceritakan kisah tragisnya yang mirip sekali dengan salah satu kisahku dalam buku itu. Dan itu semua membuatku lega, karena tujuan utamaku menulis sebuah buku setidaknya sedikit teraih. Aku bisa membuat perubahan dalam hidup orang-orang setelah membaca tulisanku, dan I mean it. Aku sangat terharu membaca tulisan-tulisan mereka dan mau tidak mau, aku menangis (trust me; I need more and more tissue in my bag, actually).
Kemudian aku pun tersadar dengan tujuan awalku bahwa aku menulis sebuah buku bukan hanya untuk kesenanganku atau pengisi waktu luang bagi pembacaku, namun lebih ke “perasaan berbekas” pada hati mereka. Dan aku menginginkannya lagi, maka sekarang, aku sungguh-sungguh mempersiapkan mentalku kembali untuk menulis ulang plot-plot Bilovelia yang aku anggap remeh dan tidak sesuai dengan tujuan, karena aku ingin “menyentuh” pembacaku.
So, aku bisa menjanjikan sebuah petualangan baru yang unik, menengangkan, penuh sihir, dan romantisme saat Bilovelia muncul. Dan tentu saja karena aku menggunakan Griffin (seekor singa ganas berwarna hitam mengkilat dengan bulu-bulunya yang tebal dan halus, dan dia memiliki sayap seperti Pegasus, sangat cantik) sebagai tunggangan pribadi milik Tibra, seorang Karnivor, yang secara mengejutkan menjadi “pelindung” Aluna saat gadis itu tersesat ke sebuah dimensi asing bernama Bilovelia, dan Belwin, penunjuk jalan dan sahabat yang sangat menyenangkan untuk mengisi waktu tersesatmu jika kamu hanya akan bergaul dengan manusia predator yang menyukai daging manusia.
Cheers!
Comment Wall (12 comments)
You need to be a member of Twilight Indonesia to add comments!
Join this Ning Network
salam twilight lovers iiaah..
^^
Soal Taylor, hati2 kalo ketemu Team Jacob. hahahaha...
Nice to know you and welcome to Twilight Indonesia.
I'll see you on Decoding Twilight?
app gw plzzzz... hehehee
ikut RSPV ngga?
kalo breaking dawn gw uda baca versi Inggrisnya... GILA KEREN BANGEEETTT!!! XD kata gw itu seri Twilight saga yang paling bagus ceritanya.. ribet sih.. tapi ujung2nya happy ending ^^
tapi gw lupa waktu itu mau nonton apa (haha)
jadi ujung2nya terpaksa nonton seminggu setelah premier....
tapi twilight kan film terkenal.. bisa jadi diputer sampe sebulan lebih ^^
yup, tapi ngga premier ato midnight pasti bakal penuh.. susah cari tikett~~~ kan tanggal 6 hari sabtu tuh... siapa tau kesempatan terbuka cukup lebar buat RSVP?
View All Comments